<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>sharing</title>
	<link>http://novita.blogsome.com</link>
	<description>just anable sharing :)</description>
	<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 12:16:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Bundabiz ikutan pameran Gebyar UKM Jatim 2009 di Royal Plasa Surabaya</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2009/06/18/bundabiz-ikutan-pameran-gebyar-ukm-jatim-2009-di-royal-plasa-surabaya/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2009/06/18/bundabiz-ikutan-pameran-gebyar-ukm-jatim-2009-di-royal-plasa-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 12:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>dunia dalam berita</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2009/06/18/bundabiz-ikutan-pameran-gebyar-ukm-jatim-2009-di-royal-plasa-surabaya/</guid>
		<description><![CDATA[	Bundabiz akan turut meramaikan Gebyar UKM Jatim yang akan diselenggarakan pada :
	Hari/ Tanggal : Sabtu – Minggu / 20 – 21 Juni 2009
	Pukul : 10.00 – 21.00 WIB
	Tempat : Lantai LG – Depan Hypermart
	Royal Plaza Surabaya
	Acara Pameran UKM akan semakin lengkap dan meriah dengan adanya Talk Show Bisnis, School Perform dan Ajang Kompetisi Spektakuler.
	Untuk talkshow [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a href="http://www.bundabiz.net">Bundabiz</a> akan turut meramaikan Gebyar UKM Jatim yang akan diselenggarakan pada :</p>
	<p>Hari/ Tanggal : Sabtu – Minggu / 20 – 21 Juni 2009</p>
	<p>Pukul : 10.00 – 21.00 WIB</p>
	<p>Tempat : Lantai LG – Depan Hypermart</p>
	<p>Royal Plaza Surabaya</p>
	<p>Acara Pameran UKM akan semakin lengkap dan meriah dengan adanya Talk Show Bisnis, School Perform dan Ajang Kompetisi Spektakuler.</p>
	<p>Untuk talkshow bisnisnya akan diselenggarakan pada :</p>
	<p>Sabtu, 20 Juni 2009 Pukul 11.00 - 13.00<br />
&#8220;CARA CERDAS JADI PENGUSAHA&#8221;</p>
	<p>Pembicara : Mr. Wuryanano (Owner PT. Swastika Prima) dan Samurai (Owner Lavender Triarsan)</p>
	<p>Sabtu,20 Juni 2009 Pukul 14.00-16.00</p>
	<p>&#8220;IKI BISNISKU REK!!&#8221;</p>
	<p>Pembicara : Rony Ardiyanto, ST (Owner Orysu Development) dan Mahar Ayu KD (Owner Jamu Rupo Londho)</p>
	<p>Ayo.. pada dateng ya. Jangan sampai ketinggalan <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>www.bundabiz.net<br />
Toko Online CD Tutorial Belajar
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2009/06/18/bundabiz-ikutan-pameran-gebyar-ukm-jatim-2009-di-royal-plasa-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Syukurku</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/doa-syukurku/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/doa-syukurku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 10:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/doa-syukurku/</guid>
		<description><![CDATA[	Ya Rab…..
Segala puji bagiMu untuk seorang pria yang menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu 
	Sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan mengetahui bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ya Rab…..<br />
Segala puji bagiMu untuk seorang pria yang menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu<br />
Seorang pria yang meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau<br />
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu </p>
	<p>Sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau<br />
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya<br />
Dan mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia </p>
	<p>Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas<br />
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku<br />
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah </p>
	<p>Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku<br />
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi<br />
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya </p>
	<p>Ya Rab dia adalah…..<br />
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna </p>
	<p>Ya Rab….<br />
Maha suci Engkau yang telah menganugrahkan dia untukku<br />
Maha benar Engkau yang telah meneguhkan hatiku untuknya</p>
	<p>Segala puji bagiMu ya Rabbi…<br />
Sebagai rasa syukurku, aku juga meminta<br />
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga<br />
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu</p>
	<p>Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu<br />
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya<br />
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya<br />
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,<br />
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi </p>
	<p>Ya Rab…<br />
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.” </p>
	<p>                                                                                                     <em>`Untukmu Suamiku Tercinta`</em><br />
 <em>Selamat hari lahir</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/doa-syukurku/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Toko Online CD Tutorial Belajar</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/bundabiz/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/bundabiz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 09:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Information Technology</category>
	<category>dunia dalam berita</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/bundabiz/</guid>
		<description><![CDATA[	www.bundabiz.net
Menyediakan berbagai cd tutorial interaktif yang mempermudah kita untuk belajar komputer, insyaAllah dalam waktu yang lebih singkat kita dapat menguasai materi yang kita pelajari. Diharapkan bisa membantu siapa saja yang ingin belajar komputer, mulai dari pemula sampai tingkat expert (ahli).
	Mohon doa dan saran dari teman-teman sekalian semoga barakah  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong><a href="www.bundabiz.net">www.bundabiz.net</a></strong><br />
Menyediakan berbagai cd tutorial interaktif yang mempermudah kita untuk belajar komputer, insyaAllah dalam waktu yang lebih singkat kita dapat menguasai materi yang kita pelajari. Diharapkan bisa membantu siapa saja yang ingin belajar komputer, mulai dari pemula sampai tingkat expert (ahli).</p>
	<p>Mohon doa dan saran dari teman-teman sekalian semoga barakah <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2009/05/23/bundabiz/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah&#8230;</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2007/08/06/alhamdulillah/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2007/08/06/alhamdulillah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 04:14:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>dunia dalam berita</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2007/08/06/alhamdulillah/</guid>
		<description><![CDATA[	Assalamualaikum..
Apa kabar temen-temen sekalian&#8230; 
semoga Allah memberikan nikmat kesehatan untuk kita semua&#8230;
Amien..
	Nggak terasa nih, udah lama nggak ngeblog..
Padahal hampir tiap hari di depan kompi&#8230; he he he..
tapi Alhamdulillah sekarang bisa ngeblog lagi &#8230;
kemarin di sibukkan dengan nyelesaiin Tugas Akhir&#8230;
akhirnya dengan berkah Allah Tugas akhir yang berjudul &#8220;Penerapan Fuzzy Query dengan Sistem Informasi Geografis untuk Mengetahui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaikum..<br />
Apa kabar temen-temen sekalian&#8230; <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
semoga Allah memberikan nikmat kesehatan untuk kita semua&#8230;<br />
Amien..</p>
	<p>Nggak terasa nih, udah lama nggak ngeblog..<br />
Padahal hampir tiap hari di depan kompi&#8230; he he he..<br />
tapi Alhamdulillah sekarang bisa ngeblog lagi &#8230;<br />
kemarin di sibukkan dengan nyelesaiin Tugas Akhir&#8230;<br />
akhirnya dengan berkah Allah Tugas akhir yang berjudul &#8220;Penerapan Fuzzy Query dengan Sistem Informasi Geografis untuk Mengetahui Distribusi Data Gangguan&#8221; selesai jg(februari 2007) dengan nilai &#8220;A&#8221; , Alhamdulillah &#8230;.<br />
Trus habis itu sibuk dengan <a href="http://samara.blogsome.com">pernikahan saya</a> bulan mei 2007 lalu, Alhamdulillah berjalan dengan lancar <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
ini semua berkat doa dari temen-temen sekalian juga <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
trus kemarin sempet males ngeblog, karena mikirin suami yang lagi tugas nan jauh disana(pontianak) sampe desember 2007 mungkin&#8230;<br />
tapi sejak kepulangan suami, sekitar seminggu di surabaya, eh.. jadi semangat lagi <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
doain ya temen2 semoga saya di kasih kesabaran dan ketabahan <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>oh ya , kemarin sih juga sempet di sibukin bikin bisnis online, he he he..<br />
karena saya pikir produk saya ini menarik untuk orang-orang yang mau belajar komputer..<br />
tapi nggak pake lama&#8230;<br />
cukup dengan memutar cd di cdrom komputer anda, andapun seakan memiliki tutor pribadi dirumah <img src='http://novita.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
untuk melihat produk-produk tersebut bisa di klik<a href="http://komputerinteraktif.blogspot.com"> http://komputerinteraktif.blogspot.com</a><br />
dah Alhamdulillah sudah selesai<br />
doakan saya semoga sukses ya &#8230;.</p>
	<p>Wassalamualaikum Wr. wb
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2007/08/06/alhamdulillah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2007/06/12/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2007/06/12/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 01:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2007/06/12/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[	Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas
telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas<br />
telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :</p>
	<p>Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.</p>
	<p>Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona&#8217;ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.</p>
	<p>Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :<br />
&#8220;Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita&#8221;. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap &#8220;bandel&#8221; dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.</p>
	<p>Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!<br />
<a id="more-24"></a><br />
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.</p>
	<p>Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.</p>
	<p>Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.</p>
	<p>Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : &#8220;Kenapa pundakmu itu ?&#8221; Jawab anak muda itu : &#8220;Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya&#8221;. Lalu anak muda itu bertanya: &#8221; Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?&#8221;<br />
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: &#8220;Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu&#8221;. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.</p>
	<p>Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.</p>
	<p>Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.</p>
	<p>Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.</p>
	<p>Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.</p>
	<p>Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.</p>
	<p>Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.</p>
	<p>Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. &#8220;Kamu berdoa sudah bagus&#8221;, kata Nabi SAW, &#8220;Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan&#8221;. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya. </p>
	<p>Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.</p>
	<p>Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.</p>
	<p>Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.</p>
	<p>Semangat memahami agama akan meng &#8220;hidup&#8221; kan hatinya, hati yang &#8220;hidup&#8221; adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.</p>
	<p>Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.</p>
	<p>Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan<br />
Allah. Inilah semangat &#8220;hidup&#8221; orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.</p>
	<p>Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.</p>
	<p>Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu&#8217; mungkin membaca doa, yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut &#8220;Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw&#8221; (yang artinya &#8220;Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia &#8220;), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.</p>
	<p>Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.</p>
	<p>Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu &#8220;wa fil aakhirati hasanaw&#8221; (yang artinya &#8220;dan juga kebahagiaan akhirat&#8221;), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</p>
	<p>Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.</p>
	<p>Kata Rasulullah, &#8220;Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga&#8221;. Lalu para sahabat bertanya: &#8220;Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?&#8221;. Jawab Rasulullah SAW : &#8220;Amal soleh saya pun juga tidak cukup&#8221;. Lalu para sahabat kembali bertanya : &#8220;Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?&#8221;. Nabi SAW kembali menjawab : &#8220;Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata&#8221;.</p>
	<p>Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu &#8220;wa fil aakhirati hasanaw&#8221; (yang artinya &#8220;dan juga kebahagiaan akhirat&#8221;), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</p>
	<p>Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.</p>
	<p>Kata Rasulullah, &#8220;Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga&#8221;. Lalu para sahabat bertanya: &#8220;Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?&#8221;. Jawab Rasulullah SAW : &#8220;Amal soleh saya pun juga tidak cukup&#8221;. Lalu para sahabat kembali bertanya : &#8220;Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?&#8221;. Nabi SAW kembali menjawab : &#8220;Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata&#8221;.</p>
	<p>Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).</p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,<br />
disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana</p>
	<p>artikel ini saya peroleh dari milis daarut-tauhid
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2007/06/12/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Doaku Harapanku&#8230;</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2007/01/30/doaku-harapanku-2/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2007/01/30/doaku-harapanku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 09:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2007/01/30/doaku-harapanku-2/</guid>
		<description><![CDATA[	Ya Rab&#8230;..
Aku berdo&#8217;a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu 
	Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ya Rab&#8230;..<br />
Aku berdo&#8217;a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu<br />
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau<br />
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu </p>
	<p>Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting<br />
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau<br />
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya<br />
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia </p>
	<p>Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas<br />
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku<br />
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah </p>
	<p>Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku<br />
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi<br />
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya </p>
	<p>Ya Rab&#8230;..<br />
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,<br />
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu<br />
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna </p>
	<p>Ya Rab&#8230;..<br />
Aku juga meminta,<br />
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga<br />
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku </p>
	<p>Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu<br />
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya<br />
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya<br />
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,<br />
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi </p>
	<p>Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:<br />
&#8220;Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.&#8221; </p>
	<p>Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat<br />
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan </p>
	<p>Amin&#8230;. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2007/01/30/doaku-harapanku-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Adab Berdo&#8217;a</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2006/11/09/adab-berdoa/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2006/11/09/adab-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2006 06:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2006/11/09/adab-berdoa/</guid>
		<description><![CDATA[	Kajian Keputrian PT. Dafass Indonesia
13 Oktober 2006
	Bismillahirrahmaanirrahiim,
	Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orangyang menyombongkan diri dari dari menyembah-Ku akan masuk
neraka jahannam dalamkeadaan hina dina.&#8221;(QS,al-Mu`min:60)
	&#8220;Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya.&#8221;
(HR.Tirmidzi)
	Siapa yang tak pernah berdoa selama hidupnya? Pertanyaan di atas hanya
ingin mengingatkan bahwasanya sebagai makhluk yang lemah, kita pasti
memerlukan yang berKuasa atas diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kajian Keputrian PT. Dafass Indonesia<br />
13 Oktober 2006</p>
	<p>Bismillahirrahmaanirrahiim,</p>
	<p>Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya<br />
orang-orangyang menyombongkan diri dari dari menyembah-Ku akan masuk<br />
neraka jahannam dalamkeadaan hina dina.&#8221;(QS,al-Mu`min:60)</p>
	<p>&#8220;Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya.&#8221;<br />
(HR.Tirmidzi)</p>
	<p>Siapa yang tak pernah berdoa selama hidupnya? Pertanyaan di atas hanya<br />
ingin mengingatkan bahwasanya sebagai makhluk yang lemah, kita pasti<br />
memerlukan yang berKuasa atas diri ini baik ketika dalam keadaan susah<br />
maupun senang. Hanya saja kebanyakan manusia hanya ingat kepada<br />
Khaliqnya saat `terjepit` dengan berdoa agar cepat berlalu masalahnya.</p>
	<p>Doa tidak sekedar takut (khauf) yang melahirkan jiwa tabah, berani dan<br />
rasa harap (roja`) yang melahirkan jiwa yang optimis dan<br />
menumbuhkanmotivasi tapi juga terdapat gelora cinta (mahabbah) yang<br />
menghidupkan dan menerangi jiwa sehingga akan semakin mesra hubungan<br />
dengan Allah sang Maha Kekasih.</p>
	<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila<br />
disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya<br />
kepada mereka ,bertambah kuat imannya dan hanya kepada Rabb mereka<br />
bertawakal.&#8221; (QS al-Anfal:2)</p>
	<p>Kekuatan doa</p>
	<p>Doa merupakan esensi jiwa yang harus disampaikan dari nurani terdalam<br />
dengan penuh kesadaran, sehingga doa yang dilatunkan dapat melahirkan<br />
kekuatan (energi) spiritual bagi orang yang berdoa.</p>
	<p>Kaidah berdoa</p>
	<p>Imam An-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menyebutkan bahwa syarat<br />
diterimanya doa :<br />
1.  mengkosumsi makanan halal dan<br />
2. berusaha menjauhi perbuatan maksiat.</p>
	<p>Dalam kitab Ihya&#8220;Ulumuddin,Imam al-Ghazali menyampaikan sepuluh metode<br />
yang efisien dan efektif, yaitu:</p>
	<p>1. Memilih waktu yang tepat dan memanfaatkan saat-saat mulia seperti<br />
ramadhan,`Arafah,Jum`at dan saat sepertiga akhir di waktu sahur yang<br />
merupakan mustajab<br />
2. Memanfaatkan kondisi yang mustajab(terkabul) seperti kondisi<br />
sujud,jihad,turun hujan dan diantara azan dan qamat.<br />
3. Menghadap qiblat,menengadahkan tangan dan mengusap wajah saat<br />
selesai.<br />
4. Menyederhanakan suara dan menghindari suara keras.<br />
5. Menyederhanakan bahasa doa dan lebih utama-bila takut salah<br />
ucap-menggunakan doa alqur`an dan doa yang diajarkan atau dilakukan oleh<br />
Nabi(doa matsurat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.)<br />
6. Penuh khidmat,khusyu` dan emosi jiwa.<br />
7. Bersungguh-sungguh dalam memohon dan berharap yang disertai keyakinan<br />
akan dikabulkan doanya.<br />
8. Menekankan permohonannya dan dapat mengulanginya tiga kali tanpa<br />
disertai prasangka akan lama dikabulkannya.<br />
9. Memulai doanya dengan dzikir dan pujian kepada Allah serta shalawat<br />
kepada Rasulullah saw.<br />
10. Itikad tulus dan niat kuat untuk bertaubat<br />
secara benar.</p>
	<p>taken from Daarut-tauhiid group
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2006/11/09/adab-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2006/10/06/lima-kiat-praktis-menghadapi-persoalan-hidup/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2006/10/06/lima-kiat-praktis-menghadapi-persoalan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 09:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2006/10/06/lima-kiat-praktis-menghadapi-persoalan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[	Kajian Keputrian PT. Dafass Indonesia
06 Oktober 2006
	Bismillahirrahmaanirrahiim,
Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kajian Keputrian PT. Dafass Indonesia<br />
06 Oktober 2006</p>
	<p>Bismillahirrahmaanirrahiim,<br />
Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.</p>
	<p>Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.</p>
	<p>Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi. Na&#8217;udzubillah.</p>
	<p>1. Siap<br />
Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keiinginan.</p>
	<p>Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.</p>
	<p><a id="more-18"></a></p>
	<p>Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar-sesadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.</p>
	<p>Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi.</p>
	<p>Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.</p>
	<p>Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata &#8220;kejadian&#8221; tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.</p>
	<p>Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh, di tengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam, dengan penuh kemurungan mereka kembali ke rumah. Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyala dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.</p>
	<p>Oleh karena itu &#8220;fa idzaa azamta fa tawaqqal alalloh&#8221; bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.<br />
Allah Swt, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, &#8220;Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.&#8221;</p>
	<p>Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena yang melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya. Kalau mau mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang dicita-citakan, namun siapkan pula diri ini andaikata Allah Yang MahaTahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.</p>
	<p>Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkan karena Allah Swt, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.</p>
	<p>Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.</p>
	<p>2.Ridha<br />
Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan bila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha/rela akan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan dan kecewa berat, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka, lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.</p>
	<p>Misalnya, kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.</p>
	<p>Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita, hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja, ridha atau rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridha hanya amalan, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Kondisi hati yang tenang atau ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal, dan bermutu.</p>
	<p>Orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai - andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh suatu kesengsaraan yang dibuat sendiri.</p>
	<p>Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda. Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya, hal ini dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.</p>
	<p>Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu senti pun jua. Yang memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan, bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, mempersatukan, atau menghidupkannya kembali. Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.</p>
	<p>Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Ini adalah kenyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin, dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.</p>
	<p>Dengan demikian, hati harus ridha menerima apa pun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhai Allah swt</p>
	<p>3. Jangan Mempersulit Diri<br />
Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.</p>
	<p>Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah merasa sengsara. Terbayang di benaknya saat gaji yang kecil, yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhannya. Padahal, saat masih bekerja pun gajinya sudah pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah yang belum lunas dan utang yang belum terbayar. Belum lagi sakit, tak ada anggaran untuk pengobatan, sementara umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, semakin panik menghadapi pensiun. Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi, namun seharusnya terkendali dengan baik. Jangan sampai perkiraan itu membuat kita putus asa dan sengsara sebelum waktunya.</p>
	<p>Begitu banyak orang yang sudah pensiun ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya. Apakah Allah SWT. yang Mahakaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan, atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek? Padahal, pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.</p>
	<p>Maka, di dalam menghadapi persoalan apa pun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan jaminan pertolongan Allah Swt. Bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata pada akhirnya bisa lolos?</p>
	<p>Yakinlah bahwa Allah yang Mahatahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. &#8220;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan&#8221; (QS Al-Insyirah [94]:5-6). Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.</p>
	<p>4. Evaluasi Diri<br />
Ketahuilah, hidup ini bagaikan gaung di pegunungan: apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. &#8220;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula&#8221; (QS Al-ZalZalah [99]: 7-8)</p>
	<p>Allah Swt Maha Peka terhadap apapun yang kita lakukan. Dengan keadilan-Nya tidak akan ada yang meleset, siapa pun yang berbuat, sekecil dan setersembunyi apapun kebaikan, niscaya Allah Swt, akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya. Sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzalimi orang lain, padahal sesungguhnya menzalimi diri sendiri, akan mengundang bencana balasan dari Allah Swt, yang pasti lebih getir dan gawat. Naudzubillah.</p>
	<p>Andaikata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridha, kita pun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepala ini begitu kecil? Bisa jadi semua ini adalah peringatan bahwa kita sangat sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.</p>
	<p>Dompet hilang? Mengapa dari satu bus, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet? Jangan sibuk menyalahkan pencopet karena memang sudah jelas ia salah dan memang begitu pekerjaannya. Renungkankah: boleh jadi kita ini termasuk si kikir, si pelit, dan Allah Mahatahu jumlah zakat dan sedekah yang dikeluarkan. Tidak ada kesulitan bagi-Nya untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.</p>
	<p>Anak nakal, suami kurang betah di rumah dan kurang mesra, rezeki seret dan sulit, bibir sariawan terus menerus, atau apa saja kejadian yang menimpa dan dalam bentuk apapun adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi segala yang terjadi. Pasti ada hikmah tersendiri yang sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenunginya dengan benar.</p>
	<p>Jangan terjebak pada sikap yang hanya menyalahkan orang lain karena tindakan emosional seperti ini hanya sedikit sekali memberi nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan, apabila tidak tepat dan berlebihan, akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.</p>
	<p>Ketahuilah dengan sungguh-sungguh, dengan mengubah diri, berarti pula kita mengubah orang lain. Camkan bahwa orang lain tidak hanya punya telinga, tetapi mereka pun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.</p>
	<p>Jadikanlah setiap masalah sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan dapat mengundang pertolongan Allah Swt.</p>
	<p>5. Hanya Allah-lah Satu satunya Penolong<br />
Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya.</p>
	<p>Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Swt.</p>
	<p>Ketahuilah, makhluk itu &#8220;La haula wala quwata illa billahil&#8217; aliyyil &#8216; azhim&#8221; tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran.</p>
	<p>Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2 dan 3, &#8220;Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.&#8221;</p>
	<p>Jika kita menyadari dan meyakininya, kita memiliki bekal yang sangat kukuh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita yang sebenarnya berikut segala jalan keluar terbaik hanyalah Allah Swt Yang Mahasempurna. Dia sendiri berjanji akan memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.</p>
	<p>Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai tambah bagi dunia dan akhirat kita… benar-benar suatu kerugian yang nyata.</p>
	<p>Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan kesenangan, shalatnya terjaga, akhlaknya mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah.</p>
	<p>InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.</p>
	<p>taken from <a href="http://manajemenqolbu.com">manajemenqolbu.com</a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2006/10/06/lima-kiat-praktis-menghadapi-persoalan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Info Kajian</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2006/10/04/info-kajian/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2006/10/04/info-kajian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 07:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2006/10/04/info-kajian/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Kajian Akbar Interaktif bersama Ustad Sholeh
&#8220;Meraih Energi Ramadhan, Sholat Khusyu&#8221;
	Ahad, 18 Oktober 2006 (08.30-11.30)
Masjid Al Akbar Surabaya

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width=520 height=110 src='/images/header1.jpg' alt='Kajian' /></p>
	<p>Kajian Akbar Interaktif bersama Ustad Sholeh<br />
&#8220;Meraih Energi Ramadhan, Sholat Khusyu&#8221;</p>
	<p>Ahad, 18 Oktober 2006 (08.30-11.30)<br />
Masjid Al Akbar Surabaya
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2006/10/04/info-kajian/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Laki-Laki Biasa</title>
		<link>http://novita.blogsome.com/2006/08/08/cinta-laki-laki-biasa/</link>
		<comments>http://novita.blogsome.com/2006/08/08/cinta-laki-laki-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2006 08:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita</dc:creator>
		
	<category>Sentuhan Qolbu</category>
		<guid>http://novita.blogsome.com/2006/08/08/cinta-laki-laki-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[	Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
	Kenapa? Tanya mereka di hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
	<p>Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
	<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.</p>
	<p>Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
	<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
	<p>Kamu pasti bercanda!</p>
	<p>Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
	<p>Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!</p>
	<p>Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.</p>
	<p>Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!</p>
	<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
	<p>Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?</p>
	<p>Nania terkesima.</p>
	<p>Kenapa?<br />
<a id="more-16"></a><br />
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.</p>
	<p>Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!</p>
	<p>Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!</p>
	<p>Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata &#8216;kenapa&#8217; yang barusan Nania lontarkan.</p>
	<p>Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.</p>
	<p>Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
	<p>Tapi kenapa?</p>
	<p>Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.</p>
	<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.</p>
	<p>Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!</p>
	<p>Cukup!</p>
	<p>Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
	<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak &#8216;luar biasa&#8217;. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
	<p>Mereka akhirnya menikah.</p>
	<p>***</p>
	<p>Setahun pernikahan.</p>
	<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
	<p>Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.</p>
	<p>Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.</p>
	<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.</p>
	<p>Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
	<p>Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!</p>
	<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.</p>
	<p>Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
	<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!<br />
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?</p>
	<p>Rafli juga pintar!<br />
Tidak sepintarmu, Nania.</p>
	<p>Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
	<p>Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.</p>
	<p>Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!<br />
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.</p>
	<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.</p>
	<p>Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.</p>
	<p>Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..</p>
	<p>Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
	<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
	<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
	<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!</p>
	<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.</p>
	<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.<br />
Cantik ya? dan kaya!</p>
	<p>Tak imbang!</p>
	<p>Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
	<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
	<p>***</p>
	<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.</p>
	<p>Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!</p>
	<p>Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
	<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
	<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
	<p>Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
	<p>Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
	<p>Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
	<p>Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
	<p>Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
	<p>Dokter?</p>
	<p>Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.</p>
	<p>Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?</p>
	<p>Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
	<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
	<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.</p>
	<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.</p>
	<p>Pendarahan hebat!</p>
	<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.</p>
	<p>Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
	<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.</p>
	<p>Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
	<p>***</p>
	<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.</p>
	<p>Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.</p>
	<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
	<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..</p>
	<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.</p>
	<p>Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
	<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,</p>
	<p>Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
	<p>Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
	<p>Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
	<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.</p>
	<p>Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.</p>
	<p>Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
	<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
	<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
	<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
	<p>Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.</p>
	<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
	<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.</p>
	<p>Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!</p>
	<p>Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.</p>
	<p>Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!</p>
	<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.</p>
	<p>Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?</p>
	<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
	<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
	<p>Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
	<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
	<p>Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..</p>
	<p>- Asma Nadia -
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita.blogsome.com/2006/08/08/cinta-laki-laki-biasa/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
