Kabar gembira buat SMS mania! Tarif pengiriman pesan singkat kini dapat dihemat hingga separuh harga. Syaratnya, ponsel memiliki fitur GPRS dan Java.

Dengan Rp 350,- saja kita dapat mengirimkan pesan singkat alias SMS (Short Messaging Service), sepanjang maksimal 160 karakter, dalam waktu singkat. Tapi, coba bayangkan kalau yang dikirim itu rata-rata sepuluh kali dalam sehari. Di akhir bulan pulsa ponsel kita sontak berkurang Rp 105 ribu. Hanya untuk sekadar ber-SMS ria!
Untunglah, kini tersedia layanan pengiriman SMS via GPRS (General Packet Radio Service). Layanan ini memungkinkan SMS terkirim melalui fitur internet yang terdapat pada ponsel. Itu sebabnya, ponsel yang digunakan harus berfitur GPRS dan Java.
GPRS adalah teknologi yang memungkinkan transfer data dengan kecepatan 30 hingga 80 Kbps. Kapasitasnya terletak di atas 2G dan di bawah 3G; karena itulah GPRS bisa disebut berteknologi 2,5G.
Selama ini, GPRS lebih banyak dimanfaatkan untuk mengirim maupun menerima e-mail dan MMS, download data, juga browsing dengan WAP (Wireless Application Protocol). Tapi kini, dengan berlangganan pada provider, kita dapat pula memanfaatkannya untuk mengirim SMS.
Cukup marak provider-nya di Indonesia. Antara lain P-Messenger (untuk pengguna Surabaya; di Jakarta namanya Smart Messenger), SMS-Murah, dan My-Messenger. Biaya abonemen bervariasi, tergantung tarif yang dipatok masing-masing provider. Sebagai perbandingan, P-Messenger mematok Rp 22 ribu perbulan untuk tiap account, sementara SMS-Murah Rp 89 ribu perbulan untuk dua account. Konsepnya cukup fleksibel. Andaikan di bulan April kita ingin memanfaatkan layanan tersebut, lantas berhenti di bulan Mei, dan melanjutkannya lagi di bulan Juni, yang perlu kita bayarkan hanya abonemen untuk dua bulan, yaitu April dan Juni. Tanpa denda, tanpa hangusnya nomor registrasi.
Pengoperasiannya pun terhitung mudah. Pada ponsel yang telah terdaftar akan di-install-kan program semacam messenger. Program itu menghubungkan ponsel dengan server milik provider. Pemilik ponsel tinggal melakukan signing in untuk aktivasi. Setelah itu, SMS siap dikirim.
Nomor pengirim takkan terbaca di layar ponsel penerima. Yang muncul adalah nomor provider serta nick pengguna, sesuai yang terdaftar di provider. Nick itu dapat diubah sewaktu-waktu secara online. Persis seperti pengiriman SMS lewat situs, yang sempat booming beberapa tahun silam.
Selain itu, seperti halnya pengiriman SMS lewat situs, penerima tidak dapat me-reply langsung SMS tersebut. Yang dapat dilakukan adalah mengetik dan mengirimkan SMS balasan-lewat fitur send message, bukannya reply-ke ponsel pengirim.
Meski sejumlah provider mengklaim tarifnya Rp 10,- per-SMS, penulis telah membuktikan bahwa biaya terendah sebetulnya Rp 26,- per-SMS, dan yang tertinggi mencapai Rp 155,- per-SMS. Batas tiap SMS pun maksimal 1.000 karakter. Enam kali lipat lebih panjang dari SMS biasa!
Tertarik? Tunggu dulu. Karena ada biaya abonemen yang harus ditanggung pengguna, sebaiknya hitung dulu frekuensi pengiriman SMS Anda dalam sebulan. Kalau kurang dari 150 kali, lupakan saja layanan ini. Malah mahal jadinya. Sebaliknya, bila Anda terbiasa mengirimkan lebih dari 200 SMS dalam sebulan, ada baiknya mempertimbangkan layanan ini. Kalau bisa berhemat sampai separuh harga, kenapa tidak? *
sumber : jp